Rabu, 07 Desember 2011

Innocence

Waking up I see that everything is okay  
The first time in my life and now it's so great
Slowing down I look around and I am so amazed
I think about the little things that make life great

I wouldn't change a thing about it  
This is the best feeling

This innocence is brilliant, 
I hope that it will stay  
This moment is perfect, please don't go away  
I need you now  
And I'll hold on to it, don't you let it pass you by

I found a place so safe, not a single tear
The first time in my life and now it's so clear  
Feel calm, I belong, I'm so happy here
It's so strong and now I let myself be sincere

First Love

jika saat itu aku punya keberanian,
cinta kita pasti tak akan berakhir seperti ini .
jika saat itu kamu gigih,
kisah kita pasti tak akan menjadi begini .

cinta pertama telah menorehkan luka dihatiku
menyisakan malam malam penuh derai air mata,
mengingatkanku selalu kepadamu, pada cinta kita

kita sering tak mengerti apakah yang dinamakan cinta
dulu aku selalu berpikir cinta bisa melampaui segalanya.
saat itu aku tak tahu bahwa ternyata ada kekuatan lain yang disebut takdir
kita tak bisa melakukan apapun untuk mengubahnya dan hanya bisa menerimanya

Jumat, 02 Desember 2011

kesempatan yang tak pernah ada ..

iringan-iringan selalu kumainkan
sebagai peredam sementara luka yang tak tertahan
walau jenuh dan rasa bosan yang ku dapatkan...
Aku tetap berdiri di atas sampan 
ikuti angin dan tentukan arah kemana aku harus berlayar,..
Karna berlabuh di hatimu sudah tak mungkin.
dengan ambisi dan egomu,
kau batasi ruang kesempatan
yang awalnya ku cari di sisi-sisi ruang hatimu.
di sisi ruang terang aku bisa rasakan keadaan-keadaan ini,
Sepi dalam kedamaian...
dan kemudian di sisi-sisi ruang malam,
hanya gelap yang ku lihat
dan di sepi tirai malam semakin aku rasakan
sepi yang kian menekan...
menusuk relung jiwa,
dan tak pernah ada nama atas antara
hatiku dan hatimu.

harapan itu ...

Kau acuhkan aku,
tak pernah anggapku ada.
Kau selalu tampakan semu,
Hanya kepalsuan yang kau balaskan...
Aku selalu berharap ada hari-hari yang menyenangkanku,
Walau sesaat,
dan walau harus hilang bersama redupnya mentari di penghujung hari...
Aku pun selalu berharap ada malam yang bisa menyenangkanku,
walau sesaat,
dan harus hilang seiring pagi menjelang...
Aku ingin selalu bersamamu
walau keadaan akhirnya tentukan lain,
sampai keadaan itu menyatakan 
bahwa kemungkinan itu benar-benar tak mungkin.

CINTA DALAM HATI

Saat mentari mulai memancarkan sinarnya, ayam-ayam jantan yang berkokok saling bersahutan, dan burung- burung yang berkicau bersama pasangannya kemudian di saat bersamaan terdengar suara yang membangunkanku dari tidur.
Dasar…pemalas ! “ Do, ayo bangun ini sudah pukul 6, nanti kamu telat ke sekolah !” suara ibu sambil mengetuk pintu kamarku.
“Ya, bu. Aldo tau . Lagian sekarang Aldo udah bangun kok !” jawabku sambil merapikan tempat tidur
Ibuku memang sangat perhatian dengan aku. Sejak Ayah meninggal dunia, ibu menjadi tulang punggung keluarga, aku yang merupakan anak satu-satunya, sangat diharapkan oleh ibuku agar nantinya dapat menjadi orang yang berguna.
“ Wah, ada sms masuk nih !” kataku sambil memegang Handphone.
Rupanya pesan singkat tersebut dari Bayu yang ingin menjemputku untuk barengan pergi ke sekolah. Bayu yang nama aslinya Bayu Santoso adalah teman karibku sejak kecil. Setelah lulus SD, dia harus ikut orang tuanya ke Jakarta, maklum Bapaknya adalah seorang polisi yang dipindahtugaskan ke suatu tempat di Ibukota. Dan sekarang Bayu telah kembali ke Banjarmasin dan satu SMA denganku.
“ Oke, Fren ! ku tunggu kedatanganmu. Jangan sampai telat, ya?” begitulah pesan singkat yang ku balas pada sohibku itu.
“ Aku harus buru-buru mandi dan sarapan nih, nanti keburu dijemput Bayu.” kataku sambil mengambil handuk.
“ Assalaamu’alaikum.” terdengar suara Bayu dari depan rumah.
“ Wa’alaikummussalaam.” jawab ibu sambil membuka pintu.
“ Oh, nak Bayu, mari masuk kedalam, Aldonya lagi sarapan.”
Setelah selesai sarapan, aku pun langsung menemui Bayu dan kami pun berpamitan dengan ibu untuk berangkat ke sekolah.
***
Setiba di Sekolah, kami berdua langsung menuju kelas. Kelas kami terletak paling ujung dan di depan kelas terdapat taman-taman yang indah disertai pohon-pohon besar yang membuat teduh ketika kami duduk-duduk di bangku panjang yang telah tersedia.
“ Kelihatannya, teman-teman udah pada datang, Do!”
“ Iya, aneh. Biasanya jam segini, kelas masih sepi, tapi hari ini, teman-teman udah pada ngumpul !” jawabku dengan penuh keheranan.
“ mungkin ada pe-er yang belum mereka kerjakan, kan hari ini terakhir kumpul pe-er cerpennya, tau sendiri kan kalau ibu. Dyah itu galaknya minta ampun, kalau sampai ada yang enggak ngerjakan, bisa-bisa malah dikeluarin dari kelas.” kata Bayu dengan yakin.
“ Ngomong-ngomong, kamu udah gak ngerjakan tugasnya?” tanyaku pada Bayu.
“ Iya, iyalah ! tau sendiri kan kalau nulis cerpen itu hobiku.” jawab Bayu dengan penuh percaya diri.
Bel tanda masuk pun berbunyi, semua siswa harus masuk ke kelasnya masing-masing.
“ Waduh, gimana nih. Pe-er ku belum selesai.” kata seorang temanku bernama Wawan dengan perasaan panik.
“ Aldo ! bisa lihat tugasmu gak?” tanya Wawan kepadaku.
“ Gak bisa, inikan pe-er cerpen, jadinya gak boleh sama, beda kalau pe-er Matematika, baru boleh sama.” jawabku dengan berani.
Tak lama kemudian, ibu Dyah yang terkenal galak itu pun datang dan memasuki kelas.Tapi yang membuatku terkejut bahkan semua teman sekelasku juga. Kami tidak hanya terkejut tetapi juga terpana melihat seorang gadis cantik yang sebaya dengan kami memasuki kelas bersama Bu guru.Wajah gadis itu bagaikan seorang Bidadari yang turun dari langit.
“ Perkenalkan, ini ada murid baru di kelas kalian.” kata Bu guru kepada kami semua.
“ Wah cantiknya, siapa sih namanya, perkenalkan diri ke kita-kita donk !” seru Budi salah satu teman sekelasku yang rada cerewet.
“ Namaku Thania Lestari, panggil saja Nia, aku dari pindahan SMAN 1 Bandung.” katanya dengan suara yang lembut.
“ Nia, silahkan duduk di bangku yang kosong.” kata bu guru sambil menunjuk bangku yang kosong di sampingku.
Astaga, gadis cantik ini duduk di sampingku. Kataku dalam hati.
***
Sepulang sekolah, aku dan Bayu membicarakan murid baru dari pindahan Bandung tersebut.
“ Gimana, Do? Rasanya duduk bersebelahan dengan Nia?” tanya Bayu yang sepertinya mengejekku.
“ Biasa aja, lagi” jawabku seperti memikirkan sesuatu.
“ Oo..ya! kamu tau gak? kalau dia itu selain cantik juga cerdas, aku lihat dia tadi, dapat menyelesaikan soal-soal Fisika yang diberikan oleh pak guru, sampai-sampai pak guru bilang, kalau dia itu mungkin akan menjadi salah satu murid yang berprestasi di kelas ini. Betul-betul gadis yang sempurna.”
“ Kamu naksir ya, sama dia?” Tanya Bayu sepertinya mengejekku lagi.
“ Mana mungkin aku naksir dia, aku kan baru kenal, jadi gak tau gimana pribadinya.”
Padahal dalam lubuk hatiku yang terdalam, aku langsung jatuh hati pada pandangan pertama. Wajahnya selalu terbayang olehku. Rambutnya yang hitam legam panjang sebahu, dan matanya yang hitam bersinar, tingginya yang semampai bak seorang model, dan senyumnya begitu ramah dan sangat menarik…! Tidak bukan cuma itu saja, kecerdasannya yang makin menambah nilai plus bagiku. Belum pernah, aku menemukan gadis yang sempurna seperti ini. Dan aku bertekad akan mengutarakan isi hatiku ini padanya.
***
Pagi harinya, aku pun bangun lebih awal dari biasanya dan lebih bersemangat untuk ke sekolah. Maklum, aku ingin kenal lebih dekat dengannya.
Ketika aku sudah tiba di sekolah, betapa terkejutnya aku, melihat sosoknya duduk sendirian di bangku panjang depan kelas. Akupun tak habis pikir, kenapa dirinya, pagi-pagi begini sudah berada di sekolah padahal aku sudah berusaha datang lebih awal daripada dia. Dan sesuatu yang tak terduga terjadi, dia menatapku dan memberi senyumannya yang begitu manis, hatiku langsung berdetak kencang di buatnya dan mau tak mau, aku harus membalas senyuman itu. Aku pun langsung meletakkan tas yang ada di pundakku dan segera menemuinya. Aku berharap, aku harus membuatnya jatuh hati padaku dan salah satu jalannya aku harus lebih dekat dengannya.
“ Nia, hebat, kamu pagi-pagi gini, udah ada di sekolah.” kataku sambil duduk disebelahnya.
“ Oh, biasa aja lagi, aku udah biasa seperti ini di sekolah lamaku untuk selalu datang lebih awal, lagian kan lebih awal tiba di sekolah, lebih baik daripada datang telat, nanti malah dihukum lagi.”
“ Ngomong-ngomong, teman-teman belum pada datang. Kenapa, ya?” tanyanya keheranan.
“ Wah, ini memang udah kebiasaan teman-teman kalau ke sekolah selalu saja hampir telat malah ada yang sebagian yang dihukum oleh guru, gara-gara datang ke sekolah ketika jam dinding udah menunjukkan pukul setengah delapan lewat.”
“ Hukumannya seperti apa?” tanya Nia sambil memandang wajahku.
“ Hukumannya macam-macam, ada yang disuruh memungut sampah, membersihkan Wc, dan yang paling beratnya, malah ada yang sampai dipulangkan.” jawabku sambil tertawa kecil.
Tak lama kemudian, teman-teman sudah mulai berdatangan dan kami pun segera masuk ke kelas untuk mempersiapkan pelajaran yang akan disampaikan oleh guru.
***
Beberapa minggu kemudian, kami berdua makin dekat dan inilah momen yang tepat untuk mengutarakan isi hatiku ini padanya. Aku berniat, sehabis pulang sekolah nanti akan melaksanakan rencanaku tersebut. Akhirnya, waktu yang ditunggu-tunggu tiba, bel pulang telah berbunyi tapi aku melihat dia tergesa-gesa meninggalkan kelas, akupun mengikuti dia, kemudian aku melihat dia sedang menuju kelas XII IPS 2 yang letaknya persis disebelah kelasku, tapi betapa terkejutnya aku, ketika yang ingin dia jumpai ternyata adalah Edo, salah satu anak terkaya di sekolah ini dan juga sering memberikan bantuan dana kepada sekolah. Akupun terdiam seribu bahasa dan berpikir, memang Nia lebih cocok dengan Edo daripada denganku. Aku hanya bisa memendam perasaanku padanya dalam hati.
“ Hai, Do! Kenapa bengong? Ayo kita pulang!” kata Bayu sambil menepuk pundakku.
“ Eh.. kamu, yu.” kataku kaget.
 Hari ini, aku bisa ikut bonceng denganmu, gak? tanyaku meminta pada Bayu.
“ Iya, iyalah ! kitakan sahabat
Akupun sadar kalau selama ini, telah memikirkan hal yang sia-sia belaka

Tips Menghilangkan Rasa Malas Belajar

Tugas sekolah menumpuk, besok harus mengikuti ulangan, yaah….. masih banyak lagi. Bikin pusiiiiiiiiiiiing…….tujuh keliliiiiiiiiing…… Ingin membaca ngantuk rasanya, buku-buku berubah jadi bantal.
Berikut ini ada beberapa tips untuk menghilangkan malas dalam belajar :
1. Membasuh muka atau mandi ketika kantuk menyerang.
2. Mengubah posisi duduk ketika membaca. Misalnya dari duduk berubah menjadi berdiri, namun disarankan jangan dari duduk terus berbaring bisa berbahaya atau bisa kebablasan tidur.
3. Berpindah dari ruang baca ke kamar yang lain. Kalau sebagai anak kos bisa disiasati, berpindah dari kamar kita ke beranda kos, ruang tamu atau bahkan bisa juga ke dapur.
4. Menghirup udara yang segar dengan cara berdiri di dekat jendela atau membuka jendela-jendela kamar lain untuk menambah kesegaran. Sebagai anak kos bisa disiasati dengan menciptakan aroma terapi, misalnya dengan menyemprot ruangan dengan wangi-wangian dan jika ada kipas angin, bisa menyetel kipas untuk menyebarkan wangi-wangian tersebut ke segala ruang. Karena mungkin tidak semua anak kos mempunyai jendela kamar.
5. Berjalan-jalan sebentar di sekeliling rumah. Bisa diganti dengan kegiatan yang lain misalnya merapikan rak yang berantakan, atau kegiatan yang lain yang bisa menggerakkan otot-otot kita.
6. Berbincang-bincang sebentar dengan keluarga atau teman sekos namun mengenai hal mubah bukan keharoman. Hati-hati jangan sampai lupa tujuan utama dalam berbincang-bincang yaitu untuk menumbuhkan semangat, bukan untuk ngobrol bahkan meng-ghibah.
7. Berdiri membuat secangkir kopi, teh, susu atau juice untuk menghilangkan kebosanan dan menjernihkan akal.
8. Mengubah kegiatan ketaatan. Misal bosan menghafalkan berganti dengan membaca, jika membaca bosan bisa diganti dengan mendengarkan pelajaran lewat CD.
Semoga Bermanfaat :))

Rabu, 23 November 2011

Vierra ♥

 Vierra merupakan sebuah grup band musik asal Jakarta, Indonesia yang dibentuk pada November 2008. Band ini beranggotakan 4 orang yaitu Kevin Aprilio (piano/keyboard), Widy Soediro Nichlany (vokal), Raka Cyril Damar (gitar), dan Satryanda Widjanarko (drum). Pada saat tampil mereka menggunakan bantuan seorang bassist tambahan bernama Deryansha Azhary. Genre musik Vierra dapat dikategorikan sebagai powerpop dan pop rock. Sampai saat ini mereka telah merilis 2 buah album yaitu My First Love (2009). dan Love, Love and Love (2011).
Bagi para penggemar Vierra, mereka memiliki sebuah komunitas fans club bernama Vierrania yang dibentuk pada Maret 2009.
 Pertemanan keempat personil Vierra bearawal dari pertemuan mereka di situs jejaring sosial Friendster.Pada awalnya, Kevin berniat mengajak Tryan yang sudah ia kenal lebih dulu untuk membentuk sebuah band. Tryan kemudian mengenalkan Kevin kepada Raka untuk mengisi posisi gitar. Setelah itu mereka bertiga sepakat untuk membentuk sebuah band. Lalu, masih didalam Friendster, Raka memperkenalkan Widy kepada Kevin dan Tryan untuk mengisi posisi sebagai vokalis. Kevin yang merasa karakter vokal Widy cocok dengan konsep musiknya, lalu menerimanya sebagai vokalis.
Pada awalnya Kevin mengusulkan nama "Andante" sebgai nama band mereka. Namun merasa kurang cocok dengan nama tersebut, Tryan lalu mengajukan nama "Vierra" yang berarti "empat".Vierra pun resmi terbentuk pada bulan November 2008

2009 : My First Love

Pada akhir Februari 2009, Vierra merilis album perdana mereka berjudul My First Love. Kevin mengatakan judul My First Love cukup menggambarkan bahwa "album ini memang benar-benar seperti remaja yang pertama kali jatuh cinta. Begitu polos."
Sebagai single pertama, mereka merilis "Dengarkan Curhatku" pada Maret 2009. "Dengarkan Curahtku" dengan cukup cepat berhasil menduduki peringkat 5 besar di chart Dahsyat, MTV Ampuh, Derings, dan Inbox. Hal ini membuat nama Vierra langsung melambung di industri musik major Indonesia. Setelah Dengarkan Curhatku, Vierra juga merilis 5 lagu lain sebagai single yaitu: Bersamamu, Perih, Rasa Ini, Jadi Yang Kuinginkan, dan Seandainya.
Pada bulan Juli 2010, Vierra mengadakan sebuah kuis berjudul Seandainya Aku Liburan Bareng Vierra Ke Bali dengan hadiah berkunjung ke Bali bersama Vierra dan untuk menyumbangkan suara ke dalam beberapa lagu terbaru Vierra dalam album kedua mereka.
My First Love selain berhasil melambungkan nama Vierra, juga berhasil mencapai angka penjualan RBT sebanyak 9 juta dan mendapatkan penghargaan multiplatinum.

2011: Love, Love & Love

Setelah menuai kesuksesan album perdana mereka, Vierra resmi merilis album kedua mereka berjudul Love, Love and Love pada 14 Februari 2011 memanfaatkan momentum valentine. Pada album ini terlihat sedikit perbedaan dari segi lirik, dimana setiap lagu dalam album ini merupakan pengalaman setiap personil Vierra dan setiap lagunya sedikit terdengar lebih dewasa.
Dari album ini Vierra telah merilis 2 buah single yaitu Takut dan Terlalu Lama



Satryanda Widjanarko



 Penggebuk drum di grup band VIERRA ini berperan andil dalam pembentukan nama band ini. Cowok yang kerap disapa trian ini juga membantu lewat aransmen musik di bagian rhytem. Mahasiswa Universitas Indonesia ini tak dapat dipungkiri turut melejit lewat lagu-lagu vierra. Apalagi vierra memiliki keunikan khas anak muda baik dari segi penampilan maupun cara bermusiknya

Template by:

Free Blog Templates